24 Kios Jadi Rumah Kos, per Bulan Bayar Rp 120 Ribu

Melongok Pasar Kokrosono yang Berubah Jadi Tempat Hunian

386
DISEGEL: Petugas Satpol PP saat menyegel kios di Pasar Kokrosono yang difungsikan sebagai tempat tinggal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISEGEL: Petugas Satpol PP saat menyegel kios di Pasar Kokrosono yang difungsikan sebagai tempat tinggal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISEGEL: Petugas Satpol PP saat menyegel kios di Pasar Kokrosono yang difungsikan sebagai tempat tinggal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISEGEL: Petugas Satpol PP saat menyegel kios di Pasar Kokrosono yang difungsikan sebagai tempat tinggal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pasar Kokrosono dibangun menghabiskan biaya miliaran rupiah. Namun pasar ini justru disalahgunakan. Sudah bertahun-tahun, sejumlah kios dialihfungsikan sebagai kos-kosan. Kenapa Dinas Pasar diam saja?

M. HARIYANTO

LANTAI II Blok G dan H Pasar Kokrosono sudah tidak tampak seperti pasar tradisional. Di tempat tersebut sudah tidak ada transaksi jual beli. Yang ada, justru kamar-kamar berdinding kayu dan tripleks. Di dalam setiap bilik yang dulunya sebenarnya kios itu, terdapat tempat tidur dan almari. Juga ada yang dilengkapi kipas angin dan televisi.

Setidaknya ada 24 kios di dua blok tersebut yang dialihfungsikan sebagai tempat hunian. Ukuran kamarnya mulai 2×3 hingga 3×3 meter persegi. Beberapa kamar juga dibuat bertingkat. Entah mengapa Dinas Pasar sebagai pengelola, seperti membiarkan saja praktik pelanggaran tersebut.