SEMARANG TENGAH – Genderang perang melawan narkoba terus ditabuh. Selain merazia pengguna dan pengedar, petugas juga mewaspadai jalur-jalur penyelundupan barang haram ini.

Kepala Badan Keamanan Laut, Laksamana Muda TNI Arie Soedewo mengakui terus mewaspadai jalur laut dan ”pelabuhan tikus” yang disinyalir sebagai jalur penyelundupan narkoba.

”Pelabuhan tikus itu harus diwaspadai. Banyak berada di hutan-hutan bakau,” ungkapnya usai membuka pelatihan keamanan maritim regional Asia yang diikuti peserta dari 17 negara di Gumaya Tower Hotel Semarang, Senin (21/3).

Dikatakan, dengan adanya pelatihan ini, bisa untuk saling tukar informasi terkait kejahatan yang menggunakan laut sebagai sarana penyelundupan. Sehingga acara pelatihan tersebut juga bertujuan untuk penguatan personel lembaga keamanan laut dalam memaksimalkan pemberantasan kejahatan.

”Informasi penyelundupan narkoba jadi salah satu perhatian dalam pengembangan kerja sama ini. Terlebih dengan Australia, kami ini sudah tujuh tahun menggelar pelatihan ini,” ujarnya.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat Semarang menjadi tujuan jaringan peredaran narkotika internasional. Pada 6 Januari 2016 telah terungkap pengiriman 60 kg sabu-sabu dalam keramik tujuan Adelaide, Australia dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pada 27 Januari 2016 terungkap penyelundupan 120 kg sabu-sabu di dalam mesin diesel dari Tiongkok ke Semarang. ”Memang Semarang rawan penyelundupan. Tapi dengan sinergi antarlembaga, mudah-mudahan bisa untuk mengantisipasi kejahatan narkoba,” harap Kepala BNNP Jateng, Amrin Remico. (mha/aro/ce1)