Upaya Bipartit IGN, Menuai Jalan Buntu

431
BANGKRUT : Kondisi Pabrik PT IGN Cepiring ditutup oleh para karyawan yang menuntut hak gaji karyawan selama tiga bulan yang belum dibayarkan oleh perusahaan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGKRUT : Kondisi Pabrik PT IGN Cepiring ditutup oleh para karyawan yang menuntut hak gaji karyawan selama tiga bulan yang belum dibayarkan oleh perusahaan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGKRUT : Kondisi Pabrik PT IGN Cepiring ditutup oleh para karyawan yang menuntut hak gaji karyawan selama tiga bulan yang belum dibayarkan oleh perusahaan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGKRUT : Kondisi Pabrik PT IGN Cepiring ditutup oleh para karyawan yang menuntut hak gaji karyawan selama tiga bulan yang belum dibayarkan oleh perusahaan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Upaya penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PHI) alias bipartit antara karyawan PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring dengan pihak para direksi perusahaan sepertinya menuai jalan buntu. Upaya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk mempertemukan kedua belah pihak yang berselisih, Senin (12/3) kemarin, menuai kegagalan.

Pasalnya pihak perwakilan karyawan IGN Cepiring hanya diwakili satu pihak yang hadir dalam upaya penyelesaian perselihan tersebut. Sementara, tidak ada satupun dewan direksi PT IGN yang hadir memenuhi panggilan Disnakertrans Kendal.

“Kami hanya ingin meluruskan saja, PHI antara karyawan dengan manajemen IGN. Ternyata IGN tidak datang, sehingga tidak dapat dilangsungkan,” ujar Kabid Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Disnakertrans Jateng, Muslikhudin.

Menurutnya, penyelesaian sedianya dilakukan secara bipartit. Yakni antara karyawan dengan manajemen perusahaan saja. “Tanpa melibatkan pihak ketiga, baik dari pemerintah ataupun pihak lainnya. Jadi masalah diselesaikan secara musyawarah mufakat kedua belah pihak berselisih dengan perinsip saling menguntungkan kedua belah pihak,” jelasnya.