SIAP ANTAR : PT Pos Indonesia kini melayani pengiriman produk-produk UMKM. Mulai dari kerajinan hingga olahan makanan. (PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP ANTAR : PT Pos Indonesia kini melayani pengiriman produk-produk UMKM. Mulai dari kerajinan hingga olahan makanan. (PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP ANTAR : PT Pos Indonesia kini melayani pengiriman produk-produk UMKM. Mulai dari kerajinan hingga olahan makanan. (PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP ANTAR : PT Pos Indonesia kini melayani pengiriman produk-produk UMKM. Mulai dari kerajinan hingga olahan makanan. (PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Berkembangnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta online shop berdampak besar pada pertumbuhan industri pengiriman. PT Pos Indonesia tak ketinggalan berupaya menangkap peluang tersebut.

Kepala PT Pos Indonesia Regional VI Semarang Bagja Ardi Mustawan mengatakan, salah satu dampak kemajuan teknologi adalah tergantikannya pengiriman surat melalui pos dengan electronic mail, namun tidak demikian dengan pengiriman barang.“Khusus Jateng dan DIY, perngiriman 80 persen lebih parcel dan logistik, kalau surat sudah sangat minim, bisa dikatakan sekarat. Ini adalah realita yang tidak dapat kita hindari. Oleh karena itu kita fokus pada pengiriman barang,”ujarnya, kemarin (21/3).

Ia mengakui, pengiriman barang khususnya dari segmen pelaku UMKM dan online shop memiliki potensi yang cukup besar. Mengingat jumlah para pelaku UMKM di Jawa Tengah yang mencapai ribuan.
Belum lagi setelah mereka dibina, maka produk yang dikirim pun akan meningkat, baik ke dalam maupun luar negeri.“Target kami tahun ini minimal bisa menggaet 51 persen dari total para pelaku UMKM dan online shop yang ada di Jateng DIY,”ujarnya.