HARGA MELONJAK : Pedagang bawang merah di Pasar Darurat Batang, masih memilih bawang merah berdasarkan ukuran sebelum dijual, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARGA MELONJAK : Pedagang bawang merah di Pasar Darurat Batang, masih memilih bawang merah berdasarkan ukuran sebelum dijual, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARGA MELONJAK : Pedagang bawang merah di Pasar Darurat Batang, masih memilih bawang merah berdasarkan ukuran sebelum dijual, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARGA MELONJAK : Pedagang bawang merah di Pasar Darurat Batang, masih memilih bawang merah berdasarkan ukuran sebelum dijual, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lantaran banyaknya petani yang gagal panen, sepekan terakhir harga bawang merah di pasar tradisional Kabupaten Batang naik. Semula hanya Rp 17.500/kg, naik menjadi Rp 25 ribu/kg. Bahkan, Minggu (20/3) kemarin, harga bawang merah di Pasar Darurat Batang Rp 30 ribu/kg.

Nur Janah, 45, pedagang rumah makan di Kota Batang, mengaku semahal apapun harga bawang merah, tetap akan dibeli oleh pedagang masakan. Meski begitu, dia berharap pemerintah mengendalikan harga agar tidak merugikan pedagang dan menguntungkan para pengepul.

“Untuk menyiasati kenaikan harga bawang merah, porsi penggunaan bawang merah kami kurangi. Karena tidak mungkin menaikkan harga makanan, meski harga sembako sering tidak stabil,” ungkap Janah.