Followers 42 Ribu, Perusahaan Besar Antre

800
MODEL ENDORSE : Dari kiri ke kanan, Olga Agradia Dewayanti, Rizka Nur Laily, Monita Diaz Debora dan Finanziyah yang memiliki followers media sosial ribuan ini menjadi model endorse beragam produk kecantikan dan fashion. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MODEL ENDORSE : Dari kiri ke kanan, Olga Agradia Dewayanti, Rizka Nur Laily, Monita Diaz Debora dan Finanziyah yang memiliki followers media sosial ribuan ini menjadi model endorse beragam produk kecantikan dan fashion. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMULA tidak sengaja, bahkan tidak ada niatan khusus untuk menekuni profesi baru sebagai model endorse. Namun dari kegemarannya dengan dunia make up sejak kecil, telah mengantarkan Olga Agradia Dewayanti, 23, warga Banyumanik, menjadi model endorse.

Tak disangka juga, mulai dari perusahaan besar sampai online shop, sudah pernah menggunakan jasanya sebagai endorse. Di antaranya, Anastasia Beverly Hills dari Amerika, L’oreal, Ultima make up serta sejumlah online shop lainnya. Bahkan di Instagram followernya telah tembus hingga 42 ribu orang.

“Tidak sengaja. Semula saya senang memposting, setiap kali usai dandan atau make up diri sendiri atau teman di Instagram. Eh ternyata banyak teman yang merespon dan suka,” akunya, kemarin.

Dari situlah, Olga-begitu sapaan akrabnya- semakin rajin memposting hasil karyanya. Terlebih karena memang ia sudah berprofesi sebagai make up artis. Dan hasilnya, tidak hanya respon follower, ternyata banyak perusahaan make up atau online shop yang meliriknya menjadi model endorse. Bahkan, ia pernah dihubungi langsung oleh perusahaan make up besar Anastasia Beverly Hills dari Amerika 2013 silam. “Setelah diendorse, saya dikirimi sepaket make up. Dan ternyata semua produk perusahaan itu, kalau ditotal bisa mencapai Rp 20 juta,” kenangnya.

Dara Kelahiran Semarang, 30 April 1993 ini menambahkan, dari situlah order untuk menjadi model endorse terus berdatangan. Tidak hanya di Instagram tapi juga di Youtobe. Meski begitu, ia mengaku membatasi hanya untuk produk make up dan sesekali fashion. Selain dua produk itu, ia tidak menerimanya, karena tidak sreg.

“Saya sampai kewalahan, karena semua harus saya lakukan sendiri. Tapi kalau sekarang, saya batasi satu bulan dua produk saja,” ucapnya yang pernah medapat kesemparan make up putri Indonesia Anindya Kusuma Putri dan sejumlah artis Nasional.

Mahasiswi jurusan Managemen Bisnis Unika Soegijapranata ini mengaku selektif ketika menerima orderan make up dan tidak sembarangan menerima dari online shop. Karena sekarang banyak produk make up yang dipalsukan dan dijual bebas di online. Seorang endorse harus benar-benar bisa menarik orang agar bisa membeli produk tersebut dan menjamin keamanannya.