Taman Gemek Rp 4,6 M, Kian Tak Terawat

630
TAK TERAWAT : Pengunjung berpose pada tulisan Kawasan Kuliner yang rusak pada Taman Gemek, Kedungwuni, Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK TERAWAT : Pengunjung berpose pada tulisan Kawasan Kuliner yang rusak pada Taman Gemek, Kedungwuni, Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK TERAWAT : Pengunjung berpose pada tulisan Kawasan Kuliner yang rusak pada Taman Gemek, Kedungwuni, Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK TERAWAT : Pengunjung berpose pada tulisan Kawasan Kuliner yang rusak pada Taman Gemek, Kedungwuni, Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Taman Gemek di depan Kantor Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, yang dibangun dengan anggaran APBN 2012 senilai Rp 4,6 miliar, kondisinya kian tak terawat. Bangku taman yang terbuat dari beton banyak yang hancur, lampu-lampu taman sebagian besar padam. Bahkan, tulisan Kawasan Kuliner huruf L nya hilang lantaran dicuri orang.

Taman Gemek yang semula diperuntukkan bagi keluarga, jika malam hari menjadi ajang mesum. Banyak Penjaja Seks Komersial (PSK) yang mangkal di sekitar taman. Demikian juga para waria selalu berkeliaran, pada setiap hari Sabtu dan Minggu.

Abdul Amin, 37, warga Kelurahan Pekajangan, Kedungwuni yang kesehariannya menjadi pedagang kuliner di shelter Taman Gemek, prihatin lantaran Taman Gemek sejak setahun terakhir kian tak terawat. Banyak fasilitas taman yang rusak, mulai dari bangku taman, lampu taman yang padam, hingga tanaman yang dicuri orang.

Silakan beri komentar.