PAPARAN: KEPALA Dinbudpar Jawa Tengah Prasetyo Aribowo saat memberikan presentasi dalam acara Asistensi MICE yang digagas Kementerian Pariwisata. (Nurul PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAPARAN: KEPALA Dinbudpar Jawa Tengah Prasetyo Aribowo saat memberikan presentasi dalam acara Asistensi MICE yang digagas Kementerian Pariwisata. (Nurul PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAPARAN: KEPALA Dinbudpar Jawa Tengah Prasetyo Aribowo saat memberikan presentasi dalam acara Asistensi MICE yang digagas Kementerian Pariwisata. (Nurul PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAPARAN: KEPALA Dinbudpar Jawa Tengah Prasetyo Aribowo saat memberikan presentasi dalam acara Asistensi MICE yang digagas Kementerian Pariwisata. (Nurul PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kegiatan konvensi, perjalanan intensif dan pameran atau kerap disebut MICE dinilai berpotensi besar meningkatkan angka kunjungan di Jawa Tengah. Kendati demikian, kegiatan tersebut sejauh ini masih terkendala oleh infrastruktur.

”Kegiatan MICE diharapkan dapat berkontribusi minimal 30 persen dari seluruh sektor pariwisata Jawa Tengah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jawa Tengah Prasetyo Aribowo di sela Asistensi MICE Kementerian Pariwisata di Hotel Crowne Plaza, Kamis (17/3).

Namun begitu, pihaknya juga mengakui jika masih terdapat beberapa kendala untuk menyukseskan sektor ini. Di antaranya keterbatasan infrastruktur, mulai dari bandara hingga lokasi yang dapat menampung hingga ribuan orang. ”Kalau konteksnya MICE kelas internasional memang infrastruktur belum terlalu memadai. Belum ada yang dapat menampung lebih dari 5 ribu pengunjung. Hotel memang berkembang, tapi maksimal bisa menampung antara 2.500-3.000 orang saja,” ujarnya.