UJUNG TOMBAK PENDATAAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas para petugas sensus usai Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi (SE) di lapangan Simpang Lima, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJUNG TOMBAK PENDATAAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas para petugas sensus usai Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi (SE) di lapangan Simpang Lima, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJUNG TOMBAK PENDATAAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas para petugas sensus usai Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi (SE) di lapangan Simpang Lima, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJUNG TOMBAK PENDATAAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas para petugas sensus usai Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi (SE) di lapangan Simpang Lima, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para petugas lapangan Sensus Ekonomi 2016 bekerja dengan serius. Mendata setiap warga dengan jujur, detil, dan valid. Pasalnya, data tersebut akan digunakan untuk menentukan kebijakan publik serta memberantas kemiskinan secara efektif.

Hal itu dikatakan Ganjar ketika menjadi inspektur Apel Siaga Petugas SE di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Jumat (18/3). Upacara tersebut diikuti sekitar 3 ribu petugas lapangan, perwakilan dari seluruh kabupaten/kota se-Jateng. ”Jangan sampai datanya keliru. Kalau dari awal datanya keliru, sampai akhir, pasti juga keliru. Tolong yang serius karena data ini akan dipakai untuk mengambil keputusan,” paparnya.

Dia menceritakan, bagaimana data adalah sebuah hal penting. Bahkan, ketika terpilih menjadi Gubernur Jateng, dia bersama wakilnya, Heru Sudjatmoko langsung menyambangi Badan Pusat Statistik (BPS). ”Itu lembaga pertama yang saya datangi bersama Wagub, Pak Heru. Mengapa? Karena semua berawal dari data yang benar,” tegasnya.