Pesta Miras, 11 ABG Diringkus

379
DIINTEROGASI : Kasat Sabhara AKP Aries Heriyanto di depan belasan ABG yang diringkus saat pesta miras. (HERMAS PURWADI/JPNN)
DIINTEROGASI : Kasat Sabhara AKP Aries Heriyanto di depan belasan ABG yang diringkus saat pesta miras. (HERMAS PURWADI/JPNN)
DIINTEROGASI : Kasat Sabhara AKP Aries Heriyanto di depan belasan ABG yang diringkus saat pesta miras. (HERMAS PURWADI/JPNN)
DIINTEROGASI : Kasat Sabhara AKP Aries Heriyanto di depan belasan ABG yang diringkus saat pesta miras. (HERMAS PURWADI/JPNN)

SLAWI – Upaya memberangus penyakit masyarakat khususnya pelaku premanisme kini ditempuh Satuan Sabhara. Setidaknya 11 ABG yang sedang pesta miras di ruas Jalan Raya Desa Harjosari Kidul, berhasil diringkus berikut cairan miras yang diminumnya, Rabu (16/3) pukul 23.30.

Kesebelas ABG itu diinapkan di Mapolres dan baru Kamis (17/3) mereka dilimpahkan ke PN Slawi untuk menjalani proses persidangan tipiring. Kapolres AKBP RH Wibowo SIK melalui Kasat Sabhara AKP Aries Heriyanto menyatakan ini adalah operasi kepolisian yang ditingkatkan intensitasnya. Sasarannya adalah preman atau orang yang melakukan aktivitas premanisme.

“Gelar operasi penyakit masyarakat yang ditingkatkan intensitasnya tersebut selain merambah keberadaan preman juga membidik peredaran miras ilegal yang sebelumnya lolos dari pantauan,” cetusnya.

Razia malam juga dikembangkan dengan menyisir kawasan Banjaran yang selama ini terdeteksi sebagai sarang preman. Sayang dalam razia kali ini tak satupun dari mereka berhasil diendus petugas. Pihaknya bakal terus bergerak menyusuri semua kawasan untuk mendeteksi keberadaan penjual miras ilegal dan miras oplosan.

“Miras punya andil yang besar menjadi pemicu tindak kejahatan, tindak kekerasan, dan premanisme. Ini adalah pekerjaan rumah satuan Sabhara untuk menekan beredarnya miras yang dijual tanpa izin,” terangnya. Dia mengaku akan terus meningkatkan frekwensi operasi agar jaminan kondusifitas wilayah hukum benar-benar bisa diciptakan. Tentunya peran aktif masyarakat dalam memberikan masukan dan informasi menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk bergerak cepat menuju lokasi penjualan miras ilegal. (her/ric)