PDAM Ditarget Profit Rp 14 Miliar

258

SEMARANG – Meski belum genap satu bulan bekerja sejak dilantik, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung membuat gebrakan. Salah satunya adalah dengan memanggil jajaran direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal sebagai salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Kota Semarang yang harus segera direvitalisasi.

”Sebenarnya tidak hanya saya, ada Kabag Perekonomian dan anggota tim revitalisasi BUMD yang memang berkewajiban memberikan masukan. Tujuannya adalah efisiensi biaya dari semua biaya operasional dan teknis,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Ita usai menggelar rapat tertutup di ruang Wakil Wali Kota Semarang, Rabu (16/3).

Ia menjelaskan, saat ini memang perlu adanya review kembali atas pengelolaan perusahaan yang berbasis air tersebut. Selain efisiensi, juga harus ada upaya perluasan coverage jaringan di mana biayanya berasal dari hasil efisiensi tadi. ”Air sangat banyak sehingga bisa menambah produk misalnya dengan membuat air kemasan atau air galon,” imbuhnya.

Tidak tanggung-tanggung, mantan Direktur PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu menargetkan penambahan deviden atau profit perusahaan mencapai Rp 14 miliar. Padahal, tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 4 miliar.

Dalam hal pelayanan kepada masyarakat, Ita meminta PDAM sebagai perusahaan yang melayani jasa agar selalu terintegrasi dengan sistem informasi dan teknologi (IT). ”Sehingga dapat diketahui dengan cepat di mana ada pipa bocor, harus diganti, dan ketika ada air keruh langsung ada treatment-nya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu anggota tim revitalisasi BUMD, Darsono menambahkan, tugas tim revitalisasi adalah bagaimana mendudukkan BUMD pada porsinya. Artinya, sebagai tangan panjang pemerintah harus mampu tampil di depan ketika satuan kerja (satker) tidak berjalan maksimal. ”SKPD itu terbatas. Sementara BUMD memiiki banyak cara termasuk menggandeng swasta atau BUMD lainnya. Sehingga nantinya tidak hanya menjadi leading sector di Kota Semarang saja, tetapi bisa ke luar daerah lainnya,” katanya.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Etty Laksmiwati saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya saat ini memfokuskan kinerja pada perbaikan aliran di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap kurang maksimal baik dari sisi tekanan air dan durasi waktu alirannya. ”Beberapa upaya dan terobosan baru terus dilakukan demi peningkatan kualitas, kuantitas dan kontinuitas aliran,” ujarnya. (fai/zal/ce1)