Pagar SMAN 5 Hampir Roboh

290
(TINJAUAN – Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal saat meninjau pagar keliling SMA Negeri 5 yang nyaris roboh, Kamis (17/3). (K. ANAM SYAHMADANI/JPNN)
(TINJAUAN – Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal saat meninjau pagar keliling SMA Negeri 5 yang nyaris roboh, Kamis (17/3). (K. ANAM SYAHMADANI/JPNN)
(TINJAUAN – Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal saat meninjau pagar keliling SMA Negeri 5 yang nyaris roboh, Kamis (17/3). (K. ANAM SYAHMADANI/JPNN)
(TINJAUAN – Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal saat meninjau pagar keliling SMA Negeri 5 yang nyaris roboh, Kamis (17/3). (K. ANAM SYAHMADANI/JPNN)

TEGAL – Komisi I DPRD Kota Tegal mendorong SMAN 5 Kota Tegal segera mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan (Disdik) agar pagar keliling sekolah yang hampir roboh, dapat segera diperbaiki. Komisi I tidak ingin pagar keliling yang miring itu dibiarkan, karena dikhawatirkan seperti pagar keliling Pasar Langon yang ambruk dan memakan korban.

“Untuk keselamatan anak sekolah, kami mendorong proposal agar segera diajukan,” kata anggota Komisi I Nur Fitriani, saat tinjauan bersama anggota lainnya, Sisdiono Ahmad dan Sodik Gagang. Kepala SMAN 5 Kota Tegal Masduki menerangkan, pagar keliling yang persisnya terletak di bagian utara sekolah yang dimanfaatkan untuk tempat parkir, diketahui miring sejak tiga tahun lalu.

Kemiringan pagar keliling sepanjang sekitar 30 meter tersebut, disinyalir karena abrasi air balongan yang ada di sebelahnya. Abrasi tersebut membuat pondasi pagar keliling yang semula kokoh menjadi goyah. Masduki memperkirakan, kemiringannya mencapai 30 derajat. Meski miring ke arah balongan, pagar keliling ini memang harus segera diperbaiki.

“Pagar keliling sebelumnya kualitasnya bagus. Namun karena ada balongan, pondasi pagar keliling menjadi goyah,” ujarnya. Pihak sekolah kemudian menjelaskan, sebelum Komisi I, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Sudoro juga telah meninjau lokasi. Sama halnya Komisi I, Disdik mendorong segera diajukannya proposal perbaikan pagar keliling. “Dari Disdik juga sudah ke sini, kami diminta membuat proposal. Karena itu, kami menyiapkan tim untuk segera membuat proposal agar bisa diajukan dan segera ditindaklanjuti,” ungkapnya. (nam/jpnn/ric)