Hukum Ngaku Jomblo

277

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum yth Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan saya takzimkan. Saya ingin bertanya dan mohon bapak berkenan memberikan jawaban dan penjelasannya. Bagaimana hukumnya apabila ada seseorang laki-laki yang mengaku masih bujang kepada wanita lain, padahal sejatinya ia telah beristri? Wassalamu’alaikum Warahmatullah.

Hamba Allah, di Ungaran

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Hamba Allah di Ungaran yang saya hormati dan semoga selalu mendapat rahmat dari Allah SWT. Terima kasih atas pertanyaannya.

Menanggapi pertanyaan saudari di atas, saya ingin menjelaskan sekaligus mengaitkannya dengan permasalahan talak. Talak yaitu putusnya ikatan perkawinan antara seorang suami dan istri. Baik melalui ucapan yang memiliki arti talak, atau melalui keputusan hukum yang ditempuh sesuai anjuran agama, semisal perceraian di pengadilan agama. Boleh jadi, karena permintaan atau gugatan untuk mengakhiri status perkawinan.

Pernyataan seorang laki-laki, seperti pertanyaan Hamba Allah di atas, bukanlah termasuk talak yang sharih (jelas), tetapi bisa disebut kinayah (talak yang tidak jelas). Sehingga jatuh atau tidaknya talak pada istri yang sebenarnya tergantung atas niat si lelaki itu sendiri. Apabila ia berniat menalak istrinya, maka jatuhlah talak. Bila tidak ada niat, maka tidak jatuh talak. Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW, ”Segala amal tergantung pada niatnya, dan bagi setiap orang adalah apa yang ia niati” (HR. Bukhari)

Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, wallahu a’lam bisshowab. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*/ric/ce1)