KENDAL- Pengadilan Negeri (PN) Kendal mengabulkan permohonan keberatan warga Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kendal atas ganti rugi tanah yang akan dijadikan proyek jalan tol Batang-Semarang. Menurut majelis hakim, nilai ganti rugi yang diberikan warga oleh tim pembebasan lahan belum sesuai.

Majelis hakim juga memutuskan nilai ganti rugi yang sudah diajukan tim pengandaan tanah jalan tol dibatalkan. Yakni, membatalkan nilai ganti rugi yang akan diberikan kepada warga sebesar Rp 220 ribu per meter persegi.

Hakim Jeni Nugraha yang memimpin sidang memutuskan, tanah di Desa Wungurejo untuk jalan kelas 1 yang dekat dengan jalan raya bernilai Rp 350 ribu per meter. Sedangkan tanah yang berada di kelas 2 atau agak jauh dari jalan bernilai Rp 320 ribu per meter persegi.

Sedangkan tanah yang berada di Desa Tejorejo, majelis hakim memutuskan tanah kelas 1 bernilai Rp 330 ribu dan kelas 2 bernilai Rp 320 ribu per meter persegi. “Harga ini lebih tinggi dari penawaran tim pengadaan tanah yang hanya memberi nilai tanah di dua desa tersebut senilai Rp 220 ribu per meter persegi,” kata Jeni, Kamis (17/3).

Menanggapi keputusan PN Kendal ini, warga mengaku senang dan menerima putusan yang dinilai berpihak kepada rakyat kecil. “Warga bersedia untuk melepaskan tanahnya setelah ada keputusan dari pengadilan,” kata perwakilan warga Desa Tejorejo, Sukis.

Meski nilai yang diputuskan jauh dari tuntutan warga, setidaknya hakim sudah memutuskan yang terbaik dan berpihak kepada rakyat. “Dengan dikabulkannya permohonan keberatan warga atas harga penawaran, kami siap untuk menyerahkan kepada pemerintah dan dibangun jalan tol,” jelasnya didampingi kuasa hukum warga, Ari Widiyanto.