Dewan Dorong Pendirian Rumah Sakit Swasta

196
Karsono (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Karsono (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Karsono (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Karsono (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jumlah peserta BPJS Kesehatan dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Rumah Sakit terus mengalami kenaikan. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan tempat tidur kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) semakin tinggi dan banyak yang tidak tertampung. Karena itulah, DPRD Jateng mendesak agar pendirian Rumah Sakit Swasta ditambah dan puskesmas kembali dioptimalisasikan.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono mengatakan, kebutuhan tempat tidur kelas III di RSUD harus disesuaikan dengan jumlah penduduk miskin. Berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI nomor 228/Menkes/SK/III/2002 tentang pedoman penyusunan Pelayanan Minimal RSUD, kebutuhan tempat tidur (TT) adalah 1 TT untuk 1.500 penduduk dengan jumlah pasien miskin 100 persen terlayani.

”Jika dihitung menurut rasio 1 banding 1.500 penduduk, maka ada beberapa RSUD di Jateng yang belum memiliki jumlah TT minimal sesuai SK Menteri tersebut,” katanya, kemarin.

Sebagai contoh, pada 2014 kepemilikan TT Kelas III di RSUD Geoteng Taroenadibrata Purbalingga hanya memiliki 102, padahal kebutuhannya sebanyak 271 TT. Kemudian di RSUD Banjarnegara hanya memiliki 96 TT, padahal kebutuhannya 112 TT. Selain itu, RSUD Kebumen hanya memiliki 89 TT dari kebutuhan 168 TT, RSUD Soediran MS Wonogiri memiliki 79 TT dari kebutuhan 88 TT, RSUD Karanganyar memiliki 37 TT dari 76 TT, RSUD M Ashari Pemalang memiliki 109 TT dari 166 TT, dan RSUD Brebes 59 TT dari 245 TT.