PENAMPUNG AIR: Wali Kota Yuliyanto membuat biopori di RW 11 Kelurahan Mangunsari. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PENAMPUNG AIR: Wali Kota Yuliyanto membuat biopori di RW 11 Kelurahan Mangunsari. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PENAMPUNG AIR: Wali Kota Yuliyanto membuat biopori di RW 11 Kelurahan Mangunsari. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PENAMPUNG AIR: Wali Kota Yuliyanto membuat biopori di RW 11 Kelurahan Mangunsari. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Setelah meluncurkan RW 5 Kelurahan Blotongan sebagai Kampung KB pada hari sebelumnya, Wali Kota Salatiga Yuliyanto meresmikan RW 11 Kelurahan Mangunsari, sebagai kampung iklim, Rabu (16/3). Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Salatiga Prasetiyo Ichtiarto menuturkan, penetapan RW 11 sebagai kampung iklim adalah sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi warga dalam mengelola lingkungan sebagai upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terukur dan berkesinambungan.

Di Lingkungan RW 11 saat ini terdapat 2 sumur resapan dengan kedalaman sekitar 10 meter, yang letaknya persis berada di tengah jalan lingkungan. Saluran air warga secara keseluruhan dapat langsung tersalurkan ke dalam sumur tersebut. Selain itu untuk tiap rumahnya sudah terdapat paling tidak satu sumur biopori. Bahkan dalam perkembangannya dalam musrenbang program yang diusulkan adalah kegiatan yang mendukung program pemerintah utamanya pada target penurunan emisi gas rumah kaca di tingkat nasional yaitu sebanyak 26 persen pada tahun 2020.