Berbudi Luhur, Layani Umat tanpa Pandang Bulu

779
KHUSYUK: Ribuan Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan khusyuk berdoa memberikan penghormatan terakhir kepada Pendeta Petrus Agung Purnomo. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHUSYUK: Ribuan Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan khusyuk berdoa memberikan penghormatan terakhir kepada Pendeta Petrus Agung Purnomo. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHUSYUK: Ribuan Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan khusyuk berdoa memberikan penghormatan terakhir kepada Pendeta Petrus Agung Purnomo. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHUSYUK: Ribuan Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan khusyuk berdoa memberikan penghormatan terakhir kepada Pendeta Petrus Agung Purnomo. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ribuan Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan melakukan doa bersama dalam pelepasan Pendeta Petrus Agung Purnomo di The Holy Stadium, Grand Marina Bay, Semarang, Rabu pagi (16/3) kemarin. Kemudian, almarhum yang juga pendiri Sekolah Terang Bangsa diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Heaven Hills Ungaran.

”Ibadah pelepasan jenazah ini dilakukan sebelum pendeta disemayankan di Heaven Hill,” kata Petugas Divisi Pelayanan, JKI Injil Kerajaan, Totok.

Sementara itu Pendeta Nani dari Cirebon dalam doanya menjelaskan tidak ada rencana jelek dari Tuhan atas perginya Pendeta Petrus Agung. Apalagi Pendeta Petrus Agung Purnomo dikenal memiliki budi luhur serta mau melayani semua lapisan masyarakat tanpa memandang suku, ras, maupun agama. ”Kami percaya itu,” ujarnya.

Sementara itu, Pendeta Petrus yang meninggalkan istri, Tina Astari dan tiga anak ini diketahui meninggal pada Minggu (13/3) pukul 23.30 karena sakit jantung yang dideritanya. ”Beliau merupakan tokoh panutan bagi jamaah yang mengajarkan kasih sayang tanpa pandang bulu,” tambah Totok. (den/ida/ce1)