Kredit BTN Sulit Diprotes

989
SAMBAT : Pengembang perumahan di Pekalongan bertemu kepala BTN Pekalongan untuk sambat kesulitan pengajuan kredit perumahan, Selasa (15/3). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SAMBAT : Pengembang perumahan di Pekalongan bertemu kepala BTN Pekalongan untuk sambat kesulitan pengajuan kredit perumahan, Selasa (15/3). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SAMBAT : Pengembang perumahan di Pekalongan bertemu kepala BTN Pekalongan untuk sambat kesulitan pengajuan kredit perumahan, Selasa (15/3). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SAMBAT : Pengembang perumahan di Pekalongan bertemu kepala BTN Pekalongan untuk sambat kesulitan pengajuan kredit perumahan, Selasa (15/3). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Merasa dipersulit dalam pelayanan kredit perumahan, beberapa pengembang perumahan yang didampingi Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota Pekalongan Ricsa Mangkula, menemui Kepala Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Pekalongan. Mereka mengadukan nasib bisnis perumahannya yang tersendat, Selasa (15/3) kemarin.

Salah satu pengembang, pemilik Perumahan Pasekaran Indah, Edi Supomo, menyatakan bahwa proses Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang diajukan ke BTN Cabang Pekalongan banyak yang terlambat. Padahal KPR tersebut menyangkut keberlangsungan bisnis pengembang. Jika memang BTN tidak sanggup, akan beralih ke bank lain. “Banyak rekan kami yang mengajukan SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyedian Kredit) banyak yang tertunda antara 2 sampai 3 bulan,” ucapnya.

Berdasarkan data yang masuk, imbuh perwakilan pengembang PT Pisma Griya, Ana, SP3K yang terlambat paling lama dari Januari. Mulai dari PT Arina ada 10 konsumen, Pisma Griya Asri ada 22 konsumen, Pisma Griya ada 2 konsumen, Puri Cempaka ada 4 konsumen, dan Puri Pasekaran ada 3 konsumen yang belum jelas sampai sekarang.