Kanwil BPN Gunakan Sistem Partisipatif

329

SEMARANG – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah telah menerapkan sistem pemetaan desa berbasis partisipatif. Sistem dinilai lebih cepat dalam mendapatkan data dan akurat karena menggandeng pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga pihak swasta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil BPN Jateng, Lukman Hakim membeberkan, saat ini sistem pemetaan pertahanan akan terus dikembangkan. Setelah Grobogan dan Pemalang, nantinya Purwokerto segera menyusul.

Sistem pemetaan berbasis partisipatif di Grobogan sendiri saat ini masih berwujud album peta dan belum terkoneksi secara online. Sementara di Pemalang, pemetaan sudah berbasis internet melalui sistem Simpati (Sistem Informasi Manajemen Pengadaan Tanah Instansi). Sistem tersebut tidak hanya menampilkan pemetaan desa yang dilengkapi informasi dan data terkini. Namun juga pemetaan jalan tol yang terintegrasi dengan pemerintah pusat. ”Bakal kita kembangkan lagi. Setelah Pemalang kemudian di Purwokerto. Saya juga sudah meminta setiap daerah untuk membuat peta kemiskinan dan bencana,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi sistem pemetaan desa berbasis partisipatif ini. Sebab, dalam memetakan wilayah pedesaan, sistem tersebut sudah menggunakan teknologi yang akan sangat membantu pemerintah dalam merencanakan pembangunan. ”Kita akan dorong, teknologi makin hari makin membantu. Sehingga akan membuat pemetaan makin presisi dan makin ada kepastian,” ucapnya.

Menurut Ganjar, pemetaan dengan menggunakan basis partisipatif, tergolong inovatif dan harus segera diimplementasikan di seluruh desa. Sebab, peta tersebut tidak hanya memetakan batas wilayah, namun juga memberikan informasi tentang kondisi masyarakat di suatu desa, yang meliputi pertanian, pendidikan, pekerjaan, irigasi, panen, dan bencana. ”Ini bagus ada visualnya. Bisa untuk mengecek kemiskinan juga,” ujarnya. (amh/ric/ce1)