Aseptor KB Laki-Laki Minim

333
PERESMIAN: Warga Kampung Bonorejo, Kelurahan Blotongan menyambut kedatangan Wali Kota Salatiga Yuliyanto. (Dhinar Sasongko/RADAR SEMARANG)
PERESMIAN: Warga Kampung Bonorejo, Kelurahan Blotongan menyambut kedatangan Wali Kota Salatiga Yuliyanto. (Dhinar Sasongko/RADAR SEMARANG)
PERESMIAN: Warga Kampung Bonorejo, Kelurahan Blotongan menyambut kedatangan Wali Kota Salatiga Yuliyanto. (Dhinar Sasongko/RADAR SEMARANG)
PERESMIAN: Warga Kampung Bonorejo, Kelurahan Blotongan menyambut kedatangan Wali Kota Salatiga Yuliyanto. (Dhinar Sasongko/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Jumlah program KB untuk kaum laki-laki khususnya melalui vasektomi masih rendah dan kurang diminati. Selama beberapa tahun belakangan ini jumlahnya kurang lebih 1.200 orang dan per tahun ada penambahan 12 orang saja.

Kepala Bidang Keluarga, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan, Keluarga Berencana dan Ketahanan Pangan (Bapermas-KB) Kota Salatiga, Martini dalam laporan panitia peluncuran Bonorejo sebagai kampung KB menuturkan, jumlah aseptor KB di Salatiga adalah 27.000 orang dari 34.000 sasaran. “Itu artinya ketercapaian program KB di Salatiga adalah 78 persen. Akseptor KB didominasi KB suntik dengan persentase 52 persen pada kaum perempuan. Sedangkan untuk KB laki-laki kurang lebih 5 persen, terbagi dengan alat kontrasepsi berupa kondom dan vasektomi,” tambah Martini.

Martini menambahkan, peluncuran Kampung Bonorejo, Kelurahan Blotongan sebagai Kampung KB merupakan upaya meningkatkan jumlah akseptor KB, tidak hanya di Blotongan namun juga di Salatiga.