Amati Benda-Benda Langit hingga Gerhana Matahari

Lebih Dekat dengan Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS)

357
SUKA ASTRONOMI: Sejumlah anggota Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) saat kopdar di Lapangan Simpang Lima Semarang. (DOKUMENTASI HAAS)
SUKA ASTRONOMI: Sejumlah anggota Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) saat kopdar di Lapangan Simpang Lima Semarang. (DOKUMENTASI HAAS)
SUKA ASTRONOMI: Sejumlah anggota Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) saat kopdar di Lapangan Simpang Lima Semarang. (DOKUMENTASI HAAS)
SUKA ASTRONOMI: Sejumlah anggota Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) saat kopdar di Lapangan Simpang Lima Semarang. (DOKUMENTASI HAAS)

Keindahan serta misteri di balik benda-benda langit belakangan kian menarik perhatian. Di Semarang, sejumlah orang yang tertarik mengamati dan mempelajari benda-benda langit ini tergabung dalam Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS). Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

JEPRETAN kamera maupun rekaman gugusan bintang kini banyak kita dapati tersebar di sejumlah media sosial. Ya, salah satu fenomena alam terkait benda-benda langit ini memang menakjubkan bagi pandangan mata. Begitu juga dengan gerhana matahari total (GMT) yang singgah di sejumlah daerah di Indonesia belum lama ini. Tak hanya para astronom, masyarakat awam pun antusias menyaksikan fenomena alam yang hanya terjadi dalam kurun waktu belasan hingga puluhan tahun ini.

Khusus di Kota Semarang sendiri, pada Rabu (9/3) lalu, gerhana hanya terjadi sebagian. Namun tetap tak menyurutkan minat masyarakat untuk menyaksikan. Seperti yang dilakukan oleh Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS). Pengamatan mereka pusatkan di Tugu Tabanas, Gombel. Bahkan, jauh sebelum gerhana matahari terjadi, komunitas yang terdiri atas berbagai kalangan ini sudah mulai melakukan sosialisasi, menyampaikan informasi terkait gerhana, cara aman mengamati dan menjual perlengkapan pengamatan.