Pedagang Pindahan Maksimal 20 Maret

Relokasi Pasar Johar ke MAJT

365
GAMPANG DIAKSES PEMBELI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang sengaja didesain dengan prinsip keadilan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAMPANG DIAKSES PEMBELI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang sengaja didesain dengan prinsip keadilan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Untuk memastikan proses relokasi pedagang Pasar Johar ke tempat penampungan sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berjalan sesuai rencana, Pemkot Semarang kembali mengirimkan surat edaran kepada seluruh pedagang. Surat itu merupakan kali kedua yang dikirim setelah pada pertengahan Februari lalu.

”Berdasarkan hasil rapat internal, intinya kami melayangkan surat kedua. Dalam surat itu, para pedagang diminta untuk pindah maksimal 20 Maret mendatang,” ungkap Kepala Dinas Pasar, Trijoto Sardjoko, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (14/3).

Ia mengakui, saat ini beberapa pedagang masih melakukan pembangunan lapak di lokasi tersebut. Sehingga membutuhkan waktu, tenaga, pikiran serta dana yang cukup. Karenanya, ia akan melihat perkembangan di lapangan nanti seperti apa. ”Jumlah pedagang yang sudah membangun lapak sekitar 40-50 persen,” katanya.

Trijoto mengklaim terus mendorong para pedagang untuk segera menempati tempat relokasi sementara melalui jajaran Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD). Menurutnya, mereka telah memberikan imbauan baik melalui pengeras suara maupun door to door.

”Surat tersebut nantinya akan kami tindaklanjuti sampai para pedagang bersedia pindah. Kalau saling menunggu, ora mlaku-mlaku (tidak jalan-jalan). Ini baru peringatan kedua,” tegasnya saat ditanya apakah akan mengirimkan peringatan selanjutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga menyatakan bahwa jika sampai akhir Maret belum ada perkembangan yang signifikan, pihaknya mengaku akan melakukan tindakan yang tegas. Menurutnya, selama ini Pemkot Semarang telah berupaya memfasilitasi apa yang diinginkan oleh pedagang. ”Kami akan terus melakukan pendekatan dengan pedagang supaya bersedia menempati lahan tersebut,” ujarnya.