28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Kredit Modal Kerja Mendominasi

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

SEMARANG – Penyaluran kredit di Jawa Tengah didominasi oleh penyaluran kredit modal kerja. Yaitu sebesar Rp 115.80 triliun atau mencapai mencapai 53,44 persen pada semester IV tahun 2015. Selanjutnya kredit konsumsi 30,73 persen dan kredit investasi sebanyak 15,83 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jateng Iskandar Simorangkir mengatakan, berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja dan investasi mengalami pertumbuhan, sementara perlambatan terjadi pada kredit konsumsi. Sedangkan untuk penyaluran kredit pada sektor utama di Jateng, sektor perdagangan dan industri pengolahan mengalami peningkatan, namun demikian sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan yang melambat. “Pangsa pasar kredit sektor perdagangan mencapai 33,11 persen, pertanian 2,78 persen dan industri pengolahan sebesar 19,47 persen,” ujarnya.

Kemudian dari pengelompokan kredit berdasarkan nilainya terlihat bahwa persentase kredit di bawah Rp 500 juta memiliki pangsa sebesar paling besar. Yakni mencapai 48,8 persen dari total kredit yang disalurkan di Jawa Tengah. Sedangkan kredit di atas Rp 1 miliar memiliki pangsa sebesar 45,8 persen dari total kredit. Hal ini menunjukkan bahwa nominal penyaluran kredit skala kecil dan skala besar di Jawa Tengah relatif merata.

Tapi bila ditinjau dari aspek sebaran jumlah kreditur dan nominal kredit, ujarnya, penyaluran kredit di Jawa Tengah sebagian besar masih dikuasai oleh kreditur dengan nominal kredit di atas Rp 1 miliar. Sehingga ia berharap dengan digulirkannya kredit Usaha Rakyat (KUR), penyaluran kredit usaha semakin tinggi untuk mendorong produktivitas masyarakat.

Sementara itu dari sisi aset dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan Jawa Tengah mengalami pertumbuhan yang melambat pada semester IV tahun 2015. Yaitu mencapai Rp 216,17 triliun. Jumlah tersebut berasal dari giro sebesar Rp 29.69 triliun, tabungan Rp 109,04 triliun, dan deposito sebesar Rp 77,44 triliun. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -