PAWAI : Kepala Kemenag Demak M Thobiq melepas pawai panjang jimat dalam rangkaian Haul Sultan Fatah ke-513, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAWAI : Kepala Kemenag Demak M Thobiq melepas pawai panjang jimat dalam rangkaian Haul Sultan Fatah ke-513, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAWAI : Kepala Kemenag Demak M Thobiq melepas pawai panjang jimat dalam rangkaian Haul Sultan Fatah ke-513, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAWAI : Kepala Kemenag Demak M Thobiq melepas pawai panjang jimat dalam rangkaian Haul Sultan Fatah ke-513, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Haul Kanjeng Sultan Raden Abdul Fatah Sayyidin Panotogomo ke 513, yang bertepatan dengan tahun 1437 Hijriyah kemarin ditandai dengan iring-iringan pawai panjang jimat. Pawai ini diikuti 56 rombongan peserta, termasuk para pelajar dari berbagai sekolah. Selain itu, untuk menyambut haul tersebut, sebelumnya panitia juga telah mengecat ulang 24 ribu sirap atau genteng Masjid Agung Demak yang terbuat dari kayu jati.

Ketua panitia haul, H Ni’am Ansori mengungkapkan, dari jumlah sirap tersebut, 4 ribu sirap di antaranya telah diganti dengan sirap yang baru. Kayu sirap didatangkan langsung dari Blora. Penggantian sebagian sirap tersebut agar atap masjid karya Walisongo tersebut tidak bocor saat hujan.

“Kami menggunakan cat khusus sehingga atap masjid terlihat tetap mengkilap. Sebetulnya, tiap tahun kami anggarkan penggantian seribu sirap. Harganya Rp 76 juta. Tapi, khusus sebelum haul ini sirap dengan ketebalan 2 sentimeter ini dicat ulang secara total,” ujar Ni’am di sela pelepasan pawai panjang jimat di depan Masjid Agung, kemarin.