Tak Sakit Jiwa, Istri Dimasukkan RSJ

434

SEMARANG-Seorang warga dengan inisal MZA yang bertempat tinggal di Tlogosari Kecamatan Pedurungan, diduga tega memasukkan istrinya, SA ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Amino Gondoutomo Pedurungan. Kendati SA tidak mengalami sakit kejiwaan.

Berdasarkan informasi dari tim pendampingan korban, kejadian tersebut terkuat pada Senin (1/3) lalu. Korban kala itu sudah berada di dalam salah satu ruang penampungan orang gila di RSJ Amino Gondo Utomo, Pedurungan. Ternyata korban dimasukan oleh suaminya pada 29 Pebruari 2016.

“Awalnya saya mendapatkan informasi di RSJ, katanya ada pasien yang tidak gila tapi dimasukkan kesana (RSJ, red). Saya temui wakil direkturnya dan cek bersama, ternyata benar adanya,” ungkap Tim Pendampingan Korban, Zaenal Petir kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (12/3) kemarin.

Diketahuinya, korban tidak memiliki sakit kejiwaan. Itu dibukti, Untuk memastikan kondisi korban, tim pendampingan perlindungan korban bersama pihak RSJ, telah mengundang psikiater. Untuk memeriksa dan memastikan kondisi kesehatan jiwa SA, apakah benar-benar mengalami gangguan jiwa atau tidak.

“Setelah diperiksa, ternyata SA tidak gila. Maka kami meminta kebijakan kepada pihak RSJ untuk segera memisahkan SA dengan penghuni lainnya. Kemudian ditaruh di ruangan VIP Ongko Wijaya, sendirian. Tadinya dicampur di bangsal kelas 3 ruangan Citro Anggodo,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3KA) Jateng untuk melakukan penjemputan korban dan mengeluarkan korban dari RSJ tersebut. Hal itu dilakukan agar korban merasa tenang dan nyaman dan supaya jiwanya tidak tertekan.

“Direkturnya BP3AKP Jateng juga merespon dan menyiapkan shelter. Bahkan, telah menurunkan tim PPT Tim Pendamping Bantuan Hukum kepada korban. Saya juga masuk di kuasa pendampingannya juga. Korban kami jemput tanggal 10 Maret 2016 kemarin. Saat ini korban sudah berada di shelter milik Pemprov Jateng,” jelasnya.