Pengedar Sabu Ancam Lemparkan Granat Aktif

Saat Akan Ditangkap Petugas BNNP Jateng

281
PERANG NARKOBA: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Amrin Remico, saat menginterogasi pengedar dan kurir narkoba yang dibekuk. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERANG NARKOBA: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Amrin Remico, saat menginterogasi pengedar dan kurir narkoba yang dibekuk. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERANG NARKOBA: Kepala Badan Narkotika Nasional  Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Amrin Remico, saat menginterogasi pengedar dan kurir narkoba yang dibekuk. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERANG NARKOBA: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Amrin Remico, saat menginterogasi pengedar dan kurir narkoba yang dibekuk. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Seorang pensiunan TNI berinisial WD dibekuk oleh tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Dia diduga terlibat jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Jateng. Dramatiknya, saat akan ditangkap, WD sempat melakukan perlawanan cukup sengit. Bahkan WD sempat nyaris melemparkan granat aktif yang semula disimpan di jok bagian belakang mobil Daihatsu Taft miliknya.

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 20 gram yang dikemas dalam dua bungkus mi instan berlakban warna hitam. Selain itu, saat digeledah, petugas menemukan senjata tajam jenis parang di bawah jok kemudi, dan sebilah senjata tajam jenis rencong di dalam wadah tisu.

”Tersangka sempat melakukan aksi perlawanan sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh tim BNNP,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Amrin Remico, di kantornya Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Jumat (11/3).