Pria Berkeluarga, 7 Kali Cabuli ABG

442
DIINTEROGASI : Tersangka pencabulan, Dody saat diperiksa di ruang PPA Polres Pekalongan Kota untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
DIINTEROGASI : Tersangka pencabulan, Dody saat diperiksa di ruang PPA Polres Pekalongan Kota untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
DIINTEROGASI : Tersangka pencabulan, Dody saat diperiksa di ruang PPA Polres Pekalongan Kota untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
DIINTEROGASI : Tersangka pencabulan, Dody saat diperiksa di ruang PPA Polres Pekalongan Kota untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Lantaran tak bisa menahan hawa nafsunya, Dody Hermawan alias codot, 26, warga Desa Pegaden Tengah, Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, tega mencabuli gadis ABG hingga 7 kali. Kini Dody harus mendekam di tahanan Mapolres Pekalongan Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penangkapan Dody tersebut, setelah keluarga korban melapor kepada Satreskrim Polres Pekalongan Kota, Selasa (8/3) kemarin. Bahwa keluarganya yang masih di bawah umur telah dicabuli pelaku hingga beberapa kali.

Akhirnya tim buser, bertindak dan menciduk pelaku yang saat itu sedang bekerja.

Saat ini, pria jebolan SMP kelas 2 ini diperiksa intensif di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan Kota. Di hadapan petugas, tersangka akhirnya mengakui telah mencabuli korban sampai 7 kali. Pencabulan dilakukan di beberapa tempat, mulai dari tepi pantai sampai di dalam rumah korban saat sepi. “Saya khilaf pak, tidak kuat menahan nafsu saya,” ucap bapak dua anak saat dimintai keterangan, Rabu (9/3) kemarin.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Supadi mengatakan bahwa tersangka baru mengenal korban selama 3 bulan, setelah dikenalkan oleh teman kerjanya. “Saat dikenalkan, pelaku langsung pasang aksi dengan memperdaya korban dan mengaku masih bujangan. Akhirnya korban berhasil dicabuli setelah diiming-imingi banyak hal,” ucap Supadi.

Untuk melengkapi pemberkasan, petugas juga mengamankan pakaian korban untuk dijadikan barang bukti. Saat ini, tersangka harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Pekalongan Kota. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 81 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maskimal 15 tahun. (han/ida)