Kadinas PSDA-ESDM Divonis 14 Bulan

3 Terdakwa Lain Dihukum Sama

240
TETAP CERIA: Para terdakwa menyalami majelis hakim dan jaksa penuntut umum usai sidang pembacaan vonis kasus korupsi kolam retensi di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP CERIA: Para terdakwa menyalami majelis hakim dan jaksa penuntut umum usai sidang pembacaan vonis kasus korupsi kolam retensi di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP CERIA: Para terdakwa menyalami majelis hakim dan jaksa penuntut umum usai sidang pembacaan vonis kasus korupsi kolam retensi di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP CERIA: Para terdakwa menyalami majelis hakim dan jaksa penuntut umum usai sidang pembacaan vonis kasus korupsi kolam retensi di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Empat terdakwa kasus dugaan korupsi proyek kolam retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang, diganjar hukuman 1 tahun 2 bulan (14 bulan) penjara. Mereka adalah Kepala Dinas PSDA-ESDM Nugroho Joko Purwanto; pensiunan PNS Dinas PSDA-ESDM Rosyid Hudoyo; konsultan pengawas proyek Imron Rosyadi, serta Konsultan Teknik sekaligus Direktur CV Prima Design Tyas Sapto Nugroho. Meski divonis hukuman lebih dari setahun, keempat terdakwa tak menunjukkan raut kesedihan. Sebab, dengan vonis itu, maka dipastikan sebentar lagi keempatnya bisa bebas setelah dipotong masa tahanan.

Sidang pembacaan vonis digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (10/3) mulai pukul 12.32-13.02. Pembacaan vonis sendiri sempat tertunda hingga 2 minggu lantaran ketua majelis hakim, Gatot Susanto SH MH, dirawat di RSUP dr Kariadi lantaran sakit gejala stroke. Bahkan, saat sidang kemarin, Gatot masih tampak kurang sehat. Saat berjalan menuju kursi majelis hakim, Gatot dipapah panitera. Berbeda dengan kondisi empat terdakwa yang masih tampak sehat dan bugar.