SILATURAHMI: Public Relations Executive Aziza Hotel Solo, Nuning Cahyono, menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Public Relations Executive Aziza Hotel Solo, Nuning Cahyono, menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Public Relations Executive Aziza Hotel Solo, Nuning Cahyono, menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Public Relations Executive Aziza Hotel Solo, Nuning Cahyono, menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Mengusung hotel berkonsep syariah, Aziza Hotel Solo tetap percaya diri untuk bersaing dengan hotel berbintang lainnya untuk menyasar pangsa pasar Semarang. Kota Atlas sendiri dianggap sebagai kota yang memiliki potensi bisnis sekaligus potensi wisata yang sangat besar.

Public Relations Executive Aziza Hotel Solo, Nuning Cahyono, mengatakan, jika 60 persen tamu hotel yang dikelolanya disumbang kalangan pebisnis dan wisatawan asal Semarang. Segmentasi utamanya adalah keluarga ataupun pebisnis. ”Konsepnya syariah, tentu mengakomodasi kalangan Islami,” katanya saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos Radar Semarang Jalan Veteran 55 Semarang, Kamis (10/3).

Dikatakan, okupansi hotel dengan 93 kamar ini setiap harinya mencapai 60 persen, sementara untuk weekend mencapai 70 persen lebih. Solo pun termasuk kota yang dinamis, karena penyerapan pasar sangat tinggi meski ada sekitar 43 hotel berbintang di Kota Bengawan ini. ”Tantangannya tentu persaingan harga, namun bisa disiasati dengan kualitas layanan, makanan dan lain-lainnya. Kalau ikut perang harga, tentu tidak ada habisnya,” ujarnya didampingi Assistant Sales Manager Cethy Arumbi dan Public Relation Hotel Horison Semarang, Yunita Dian Maharyanti.

Selain itu, lanjut wanita berhijab ini, okupansi juga didukung banyaknya instansi pelat merah yang menginap ataupun melakukan meeting. Letaknya yang berada di tengah kota atau ring satu di Jalan Kapten Mulyadi Solo menjadi nilai jual sendiri bagi hotel syariah ini. ”Tagline yang diangkat adalah Islamic Butique Hotel, para tamu dimanjakan dengan nuansa Islami. Makanan yang disajikan pun berbau Arabian,” ungkapnya. (den/aro/ce1)