Barter Makan dengan Sampah Plastik

Kantin ”Gas Methan” di TPA Jatibarang

374
LIMBAH PLASTIK: Pengelola Kantin ”Gas Methan” di TPA Jatibarang saat menimbang sampah plastik dari pemulung, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LIMBAH PLASTIK: Pengelola Kantin ”Gas Methan” di TPA Jatibarang saat menimbang sampah plastik dari pemulung, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LIMBAH PLASTIK: Pengelola Kantin ”Gas Methan” di TPA Jatibarang saat menimbang sampah plastik dari pemulung, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LIMBAH PLASTIK: Pengelola Kantin ”Gas Methan” di TPA Jatibarang saat menimbang sampah plastik dari pemulung, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAMBANKEREP – Kantin ”Gas Methan” berdiri di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang. Yang menarik, kantin ini menerima pembayaran dengan sampah plastik. Setiap sekilo sampah plastik dihargai Rp 400-Rp 500. Oleh pemilik kantin, sampah plastik yang terkumpul akan dijual untuk didaur ulang.

”Biasanya sehari saya dapat 20 kg plastik. Dihargai Rp 6 ribu. Uanganya buat makan. Kalau makanannya hanya habis Rp 4 ribu, ya sisanya Rp 2 ribu buat makan besok. Istilahnya nabung,” kata pemulung asal Rembang, Sarimin, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/3).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPA Jatibarang, Agus Junaedi, menjelaskan, kantin sampah plastik itu merupakan program dari pemerintah pusat, yakni Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuannya, untuk mengurangi dampak pencemaran plastik yang tidak terambil di TPA Jatibarang.