Siapkan 25 Desa Wisata

400

KENDAL—Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kendal tengah mempersiapkan sebanyak 25 desa untuk dijadikan Desa Wisata. Saat ini 25 desa tersebut dalam tahap seleksi dan survei untuk ditentukan desa layak atau tidak untuk dijadikan desa wisata.

Kasi Analisa Pariwisata Yuswantoko mengatakan, desa-desa tersebut nantinya akan disurvei kelayakannya apakan bisa menjadi desa wisata. Survei dilakukan bersama Disbudpar bersama konsultan pariwisata yang sudah ditunjuk oleh Disbudpar. “Duapuluh lima desa wisata ini akan kami berikan bimbingan dalam penataan kawasan wisata desa. Sebab untuk membuat desa wisata, memang dibutuhkan peran aktif dari masyarakat desa setempat,” ujar Yuswasntoko.

Masyarakat menurutnya harus bisa menciptakan suasana desa sebagaimana tempat wisata. Yakni ramah terhadap wisatawan serta mampu menciptakan lingkungan aman dan nyaman.

Hal senada dikatakan Konsultan Pariwisata Eko Suseno. Dosen UKSW Salatiga itu menambahkan untuk menjadi desa wisata harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai, walaupun bentuknya sederhana.

Seperti perbaikan jalan, ruang dan tempat publik serta fasilitas sarana dan prasarana penunjang. Kemudian toilet umum yang udah diakses, tempat ibadah, penginapan, ruang istirahat. “Contoh lain, adalah gedung atau ruang pertemuan. Sederhana saja, tidak harus berupa gedung, tapi bisa di rumah warga,” katanya.

Desa wisatajuga harus memiliki objek yang menarik. Sehingga menjadi tujuan wisata, bisa berupa wisata alam maupun objek lain yang bisa menjadi daya tarik pengunjung.

Wisata alam misalnya air terjun, atau fasilitas outbond yang menarik, dan bisa juga berupa sentra kerajinan. “Yang utama harus ada objek yang menarik bagi pengunjung,” tambahnya. (bud/ton)