Jumlah Jamaah Lebihi Idul Fitri

Salat Gerhana Matahari di Masjid Agung Jateng

374
MEMBLUDAK: Pelaksanaan salat Gerhana Matahari di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah, kemarin. (Bawah) Proses gerhana matahari parsial yang diabadikan dari Masjid Agung Jawa Tengah. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBLUDAK: Pelaksanaan salat Gerhana Matahari di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah, kemarin. (Bawah) Proses gerhana matahari parsial yang diabadikan dari Masjid Agung Jawa Tengah. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBLUDAK: Pelaksanaan salat Gerhana Matahari di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah, kemarin. (Bawah) Proses gerhana matahari parsial yang diabadikan dari Masjid Agung Jawa Tengah. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jumlah jamaah salat Gerhana Matahari di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (9/3) pagi, jauh di luar prediksi. Bahkan, jumlah jamaah tembus 30 ribu orang. Angka itu sedikit lebih tinggi dari jumlah jamaah ketika salat Idul Fitri atau Idul Adha. Tak heran, jika kemarin terjadi sedikit krodit, baik dalam pengaturan parkir kendaraan jamaah maupun penataan saf yang kurang rapi. Apalagi salat dilaksanakan di pelataran plaza luar beratapkan payung ala Masjid Nabawi, sementara di bagian dalam masjid justru dikosongkan. Padahal tak sedikit jamaah yang sebenarnya merasa nyaman salat di dalam masjid. Sambil menanti pelaksanaan salat Gerhana, tak sedikit jamaah yang melaksanakan salat sunah Hajat maupun Duha di dalam masjid.

Ketua Badan Pengelola MAJT, KH Noor Achmad, menuturkan, selain masyarakat umum, salat Gerhana kemarin juga diikuti berbagai elemen Islam. Kebetulan kemarin digelar Musda Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng. ”Jadi seluruh ketua majelis ulama dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam se-Jateng hadir di sini. Bahkan Wakil Gubernur Jateng juga kelihatan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.