PERKASA: Hari Nur Yulianto, striker PSIS saat bertanding di kompetisi Divisi Utama 2014 lalu melawan PSCS Cilacap, sebelum terjadi sepak bola gajah melawan PSS Sleman. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERKASA: Hari Nur Yulianto, striker PSIS saat bertanding di kompetisi Divisi Utama 2014 lalu melawan PSCS Cilacap, sebelum terjadi sepak bola gajah melawan PSS Sleman. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERKASA: Hari Nur Yulianto, striker PSIS saat bertanding di kompetisi Divisi Utama 2014 lalu melawan PSCS Cilacap, sebelum terjadi sepak bola gajah melawan PSS Sleman. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERKASA: Hari Nur Yulianto, striker PSIS saat bertanding di kompetisi Divisi Utama 2014 lalu melawan PSCS Cilacap, sebelum terjadi sepak bola gajah melawan PSS Sleman. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B atau setara dengan kompetisi Divisi Utama pada masa lalu, bisa menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Kota Semarang, khususnya PSIS. Karena itu tim kebanggaan Kota Semarang ini akan sungguh-sungguh memersiapkan skuad menghadapi kompetisi yang rencananya digelar mulai April mendatang tersebut.

Bos PSIS saat ini, Yoyok Sukawi mengatakan, ISC menjadi angin segar setelah PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola Tanah Air tidak mampu menghelat kompetisi resmi, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama lantaran masih berada dalam masa pembekuan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Saat ini, Yoyok mengaku PSIS tengah menunggu regulasi resmi ISC B. Diharapkan dalam waktu dekat ini segala aturan terutama soal pemain sudah bisa diperoleh, sehingga pihaknya bisa menyiapkan tim dengan lebih matang. “Termasuk soal pemain asing dan soal pemain serta ofisial terhukum oleh PSSI karena sepak bola gajah silam. Kabarnya bisa dimainkan di ISC, kami butuh kejelasan secepatnya,” tandas Yoyok, kemarin.