PANTAU GERHANA : Dengan teropong manual yang sederhana, mahasiswi STAIN Pekalongan, Mila sukses melihat gerhana matahari total, Rabu (9/3) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU GERHANA : Dengan teropong manual yang sederhana, mahasiswi STAIN Pekalongan, Mila sukses melihat gerhana matahari total, Rabu (9/3) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU GERHANA : Dengan teropong manual yang sederhana, mahasiswi STAIN Pekalongan, Mila sukses melihat gerhana matahari total, Rabu (9/3) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU GERHANA : Dengan teropong manual yang sederhana, mahasiswi STAIN Pekalongan, Mila sukses melihat gerhana matahari total, Rabu (9/3) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi di Indonesia, disambut suka cita oleh masyarakat Kota Pekalongan. Kaum muslim juga berbondong-bondong mendatangi masjid dan musala untuk melaksanakan salat gerhana, Rabu (9/3) kemarin.

Dari pantuan Jawa Pos Radar Semarang, hampir semua masjid besar dipenuhi jamaah yang hendak salat gerhana. Salah satunya, Masjid Agung Jami Pekalongan, jamaah meluber sampai Alun-Alun Pekalongan.

Ilman Nafian, warga Buaran adalah salah satu warga yang antusias menikmati GMT tersebut. “Ini baru pertama kali dalam hidup saya. Makanya tidak akan saya lewatkan. Tadi sudah ikut salat berjamaah di kampung, dilanjut dengan melihat langsung bersama teman-teman,” ucapnya, saat ditemui di salah satu jalan protokol.