SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sebelumnya optimistis bisa menyelesaikan pembangunan seluruh ruas tol pada 2018 tampaknya akan mengalami hambatan. Hal tersebut dikarenakan masih adanya persoalan pembebasan lahan yang ditargetkan selesai awal 2016.

Ketua RT 05 RW 4, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Agus Suwandono mewakili warganya mengaku sangat kecewa dengan adanya pembangunan jalan tol Batang-Semarang. Dia mengaku kecewa dengan kinerja Dinas Pertanian dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

”Data-data yang dimasukkan hanya tanah dan bangunan. Tapi data-data seperti septic tank, dan sumur tidak dimasukkan. Kekecewaan warga juga karena waktu untuk komplain sangat terbatas,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (8/3).

Selain itu, lanjut Agus, dalam undangan verifikasi kegiatan, panitia tidak profesional karena dalam daftar hadir warga yang datang duluan tidak didahulukan. ”Dari warga RT 05 pembayaran jalan tol harga jualnya tidak sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP). Harga yang ditawarkan tidak sesuai karena NJOP memakai program patokan yang dulu, kalau warga minta ganti untung kami minta harga pasar, seharusnya penghasilan warga harus lebih untung,” ungkapnya.

Agus menyebutkan, ada selisih tanah sertifikat ada kekurangan 5-10 meter dari pengukuran yang dilakukan BPN dan Dinas Pertanian. Padahal seharusnya lumayan kalau dijual sendiri. ”Katanya pembayaran dilakukan pada Mei 2016 tapi kenyataannya belum pasti. Di daerah kami yang terkena imbasnya adalah RT 4 dan RT 6 di RW 4,” sebutnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sri Puryono menargetkan untuk pembebasan lahan pembangunan jalan tol Batang-Semarang ditargetkan selesai Maret 2016.

Jika pada bulan itu tidak selesai, maka pihaknya akan menempuh jalur konsinyasi atau menitipkan uang pembebasan lahan kepada Pengadilan Negeri(PN).

Ia mengatakan, saat ini pembebasan lahan untuk proyek pembangunan ruas tol sepanjang 75 kilometer tersebut masih di bawah 50 persen. Hal itu disebabkan masih adanya tarik ulur kesepakatan harga dengan pemilik lahan. ”Kita akan genjot terus, supaya pada 2018 nanti bisa tuntas,” kata Sri.

Pembangunan tol Batang-Semarang yang melintasi 62 desa itu pengerjaannya ditangani PT Jasa Marga dan PT Waskita Karya. Jalan bebas hambatan ini rencananya akan dibangun dalam lima seksi. Seksi pertama sepanjang 3,2 kilometer, seksi dua 36,3 kilometer, seksi tiga 11,0 kilometer, seksi empat 13,5 kilometer, dan seksi lima 10,9 kilometer. (jks/ric/ce1)