INGIN EKSIS: Para Pengurus UTI Pro Jawa Tengah merencanakan berbagai upaya agar atlet dari organisasi taekwondo profesional ini dapat eksis di Jawa Tengah. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INGIN EKSIS: Para Pengurus UTI Pro Jawa Tengah merencanakan berbagai upaya agar atlet dari organisasi taekwondo profesional ini dapat eksis di Jawa Tengah. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INGIN EKSIS: Para Pengurus UTI Pro Jawa Tengah merencanakan berbagai upaya agar atlet dari organisasi taekwondo profesional ini dapat eksis di Jawa Tengah. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INGIN EKSIS: Para Pengurus UTI Pro Jawa Tengah merencanakan berbagai upaya agar atlet dari organisasi taekwondo profesional ini dapat eksis di Jawa Tengah. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Universal Taekwondo Indonesia (UTI) Pro Jawa Tengah berupaya eksis dalam dunia taekwondo di provinsi ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah berusaha mengikutkan para atletnya di Pekan Olahraga Pelajar daerah (Popda) Jawa Tengah. Selama ini atlet daru UTI Pro tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi bergengsi tingkat pelajar tersebut karena dianggap Popda hanya untuk atlet amatir.

Ketua UTI Pro Jateng Yosep Parera membeberkan, berdasarkan surat keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Jateng tanggal 22 Februari 2016, dalam surat tersebut dikatakan dari hasil rapat koordinasi Sinergitas Program Pembangunan Kepemudaan dan Keolahragaan di Surakarta 26-27 Januari lalu, peserta Popda SD-SMA sederajat, terutama cabang taekewondo, berasal dari atlet pelajar yang mewakili kabupaten/kota.