SEMARANG – Hari ini Pekan Imuniasasi Nasional (PIN) dimulai. Hingga 15 Maret mendatang, orang tua diminta mengajak anak-anak mereka ke posyandu tingkat RW sesuai jadwal posyandu reguler.

Dari pantuan Jawa Pos Radar Semarang, kemarin, beberapa posyandu di Kota Semarang telah memasang poster bertuliskan ajakan agar warga membawa anaknya untuk mengikuti imunisasi nasional bebas polio. Bahkan, para kader posyandu dan pengurus RW dan RW terus mensosialisasikan di setiap pertemuan rutin sejak beberapa bulan lalu.

Salah satu kader Posyandu RW 06 Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan, Tiena Maryuni mengaku, sosialisasi terus dilakukan untuk menyukseskan program pemerintah ini. Tidak hanya di pertemuan formal saja, dia juga mengingatkan orang tua yang tengah mempunyai anak kecil ketika bertemu di jalan. ”Kalau di RW kami, akan dilaksanakan Kamis, 10 Maret besok. Tempat dan waktunya sengaja disamakan dengan posyandu reguler agar lebih efektif,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menerangkan, dari datanya, PIN tahun ini menyasar sekitar 2,6 juta balita se-Jateng. Dijelaskannya, PIN polio merupakan salah satu strategi global untuk mewujudkan eradikasi polio atau usaha untuk menekan perkembangan virus penyebab polio sejak usia dini.

Salah satu strategi menyukseskan program ini adalah melalui sosialisasi secara masif kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait, sehingga anak usia 0–59 bulan dipastikan sehat melalui pemberian imunisasi polio pada PIN. ”Jadi pada akhir 2020 mendatang, penyakit polio berhasil dihapus. Indonesia sendiri sebenarnya telah berhasil menerima sertifikat bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di wilayah Asia Tenggara pada Maret 2014 kemarin,” paparnya.

PIN Polio, sebenarnya bukanlah hal baru. Imunisasi nasional ini digelar tiga tahun berturut-turut sejak 1995, 1996 dan 1997. Ketika 1996, sudah tidak ditemukan lagi virus polio liar asli Indonesia. Tapi di 2005, terjadi kejadian luar biasa (KLB) dan ditemukan juga kasus vaccine derived polio virus (VDPV) atau kasus polio yang disebabkan oleh virus dari vaksin, yang terjadi apabila banyak anak yang tidak diimunisasi. ”PIN tahun ini sangat penting untuk memastikan seluruh anak telah terlindungi dari virus polio tipe 2 sehubungan penggantian tOPV ke bOPV,” tegasnya. (amh/ric/ce1)