LEPAS PENAT: Anggota Kota Panser dan keluarganya saat touring ke Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. (DOKUMENTASI KOTA PANSER)
LEPAS PENAT: Anggota Kota Panser dan keluarganya saat touring ke Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. (DOKUMENTASI KOTA PANSER)
LEPAS PENAT: Anggota Kota Panser dan keluarganya saat touring ke Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. (DOKUMENTASI KOTA PANSER)
LEPAS PENAT: Anggota Kota Panser dan keluarganya saat touring ke Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang. (DOKUMENTASI KOTA PANSER)

Keluarga besar pengadilan se-eks Karesidenan Semarang membentuk komunitas touring untuk melepas penat di sela kerja. Namanya Kota Panser atau Komunitas Touring Warga Pengadilan se-Eks Karesidenan Semarang. Anggota komunitas ini mulai hakim, panitera hingga tenaga honorer. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

KOTA Panser resmi berdiri pada 27 September 2014 lalu. Terbentuk saat acara touring perdana di Umbul Sido Mukti Bandungan, Kabupaten Semarang, sekaligus merayakan acara perpisahan hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang John Halasan Butar Butar.

Awalnya anggota komunitas ini adalah pegawai Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Niaga, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang. Namun saat ini anggotanya sudah bertambah dengan bergabungnya Komunitas Touring PN Kendal, PN Demak, PN Solo dan PN Kabupaten Semarang sejak 22 Agustus 2015 lalu bertepatan acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Mahkamah Agung (MA) sehingga tercetus nama Kota Panser.