TINGKATKAN PELAYANAN: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono saat menjadi pembicara dalam diskusi ”Ciptakan Pelayanan Administrasi Kependudukan yang Efektif dan Efisien”, di Hotel Aston Semarang. (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINGKATKAN PELAYANAN: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono saat menjadi pembicara dalam diskusi ”Ciptakan Pelayanan Administrasi Kependudukan yang Efektif dan Efisien”, di Hotel Aston Semarang. (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINGKATKAN PELAYANAN: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono saat menjadi pembicara dalam diskusi ”Ciptakan Pelayanan Administrasi Kependudukan yang Efektif dan Efisien”, di Hotel Aston Semarang. (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINGKATKAN PELAYANAN: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono saat menjadi pembicara dalam diskusi ”Ciptakan Pelayanan Administrasi Kependudukan yang Efektif dan Efisien”, di Hotel Aston Semarang. (MIFTAHUL A’LA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Keinginan Pemprov Jateng untuk segera menuntaskan program Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik sepertinya sulit terwujud. Buktinya di Jawa Tengah tercatat masih ada 4 juta warga yang belum melakukan rekam data. Selain itu, 2,5 juta penduduk lainnya belum memiliki KTP Elektronik.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono mengatakan, jumlah tersebut jelas merupakan angka yang cukup tinggi. Ini membuktikan, jika program e-KTP yang dicanangkan pemerintah belum bisa berjalan maksimal. ”Ada 2,5 juta warga belum memiliki e-KTP, ini sangat banyak. Pemprov harus lebih serius menyelesaikan program ini,” katanya dalam diskusi dengan tema ”Ciptakan Pelayanan Administrasi Kependudukan yang Efektif dan Efisien” di Hotel Aston Semarang.

Jumlah mereka yang belum ber-e-KTP menyebar di seluruh Jawa Tengah. Dengan daerah paling banyak adalah Kabupaten Pemalang yang berjumlah 211.959 orang. Disusul Kabupaten Tegal 184.698; Kabupaten Brebes 159.610; Kabupaten Kebumen 153.916 orang serta Kabupaten Cilacap 146.900 orang. ”Pemprov saya kira sudah bekerja maksimal, tapi jika kondisi di lapangan masih seperti ini harus jadi fokus. Kenapa pelayanan tidak bagus,” ujarnya.