Abdul Kohar (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abdul Kohar (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abdul Kohar (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abdul Kohar (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEPAK takraw bisa dibilang jalan hidupnya. Lewat olahraga ini, Abdul Kohar mampu menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. Kelincahan Kohar bermain bola rotan di lapangan sudah tidak diragukan lagi. Meski tergolong masih masih muda, tapi kehadirannya di tim sangat dibutuhkan.

Jika ditanya kunci kelihaiannya, Staf Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Jawa Tengah ini hanya menjawab, semua berkat perjuangan, latihan, dan kebiasaan. Semua kesuksesan pasti melewati perjuangan berat. Apalagi, bagi Kohar, tidak semua orang bisa main sepak takraw. ”Pemain sepak bola atau futsal yang sudah jago sekalipun, belum tentu bisa main sepak takraw,” kata pria kelahiran Kendal, 13 April 1989 ini.

Kohar rela menomorduakan ilmu akademiknya demi memenuhi obsesinya. Ketika kelas II SMP, dia join PPLP Citra Kartika Salatiga. Di sana, putra pertama dari dua bersaudara pasangan Subaidi dan Toifah ini banyak melalap ilmu dan pengalaman seputar sepak takraw. ”Di sana saya digembleng. Lepas subuh sudah disuruh latihan sampai menjelang berangkat sekolah,” ujar pria yang juga ingin jadi vokalis band ini.