TERANCAM DIBONGKAR: Bangunan Pasar Kanjengan yang masa sewa lahannya sudah habis sejak 2006. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERANCAM DIBONGKAR: Bangunan Pasar Kanjengan yang masa sewa lahannya sudah habis sejak 2006. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERANCAM DIBONGKAR: Bangunan Pasar Kanjengan yang masa sewa lahannya sudah habis sejak 2006. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERANCAM DIBONGKAR: Bangunan Pasar Kanjengan yang masa sewa lahannya sudah habis sejak 2006. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Persoalan Pasar Kanjengan hingga kini masih berlarut-larut. Sudah hampir dua tahun setelah putusan Pengadilan Negeri (PN) Semarang inkracht atau berkekuatan hukum tetap, hingga kini eksekusi bangunan Blok C dan D Pasar Kanjengan belum dijalankan. Pemkot Semarang pun berencana menerapkan kembali denda keterlambatan pembongkaran kepada pemilik gedung tersebut, yakni PT Pagar Gunung Kencana (PGK).

DIKETAHUI masa sewa lahan yang dilakukan PGK di atas tanah pemkot ini sudah habis sejak 2006 atau sejak 10 tahun lalu. Tidak ada perpanjangan atas sewa lahan tersebut. PGK pun diminta merobohkan bangunan Blok C dan D dan menyerahkan aset lahan kepada Pemkot Semarang.

Sebenarnya PGK sudah memiliki iktikad baik melakukan pembongkaran sendiri. Hanya saja, beberapa kali langkah PGK selalu dihentikan pedagang yang menempati gedung tersebut. Pedagang sendiri enggan meninggalkan gedung karena merasa dalam perjanjian kerja sama tidak pernah dilibatkan. Bahkan pedagang saat itu berniat membeli bangunan yang menjadi aset PGK. Hanya saja, niatan tersebut tidak direstui oleh pemkot, dengan sejumlah alasan tertentu.