Balamoa-Banjaran Macet Total

1022
MACET : Sejumlah pengendara tampak antre di sebelah timur Jembatan Banjaran. Mereka tidak bisa melintas karena jalan macet parah, Minggu (6/3) kemarin. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI/JPNN)
MACET : Sejumlah pengendara tampak antre di sebelah timur Jembatan Banjaran. Mereka tidak bisa melintas karena jalan macet parah, Minggu (6/3) kemarin. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI/JPNN)
MACET : Sejumlah pengendara tampak antre di sebelah timur Jembatan Banjaran. Mereka tidak bisa melintas karena jalan macet parah, Minggu (6/3) kemarin. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI/JPNN)
MACET : Sejumlah pengendara tampak antre di sebelah timur Jembatan Banjaran. Mereka tidak bisa melintas karena jalan macet parah, Minggu (6/3) kemarin. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI/JPNN)

SLAWI-Ruas Jalan Balamoa-Banjaran macet parah, Minggu (6/3) kemarin. Utamanya di sekitar Jembatan Banjaran, Kecamatan Adiwerna. Baik dari arah timur ke barat, maupun sebaliknya.

Hal itu disinyalir karena ruas jalan tersebut sangat sempit sehingga tidak bisa menampung jumlah kendaraan yang membeludak. Tak heran, para pengendara yang melintas di jalan tersebut mengeluh. Sebab, selain jalannya sempit, banyak truk dan mobil boks yang menurunkan barang di sekitar jalan tersebut.

“Tadi (kemarin, red) ada truk yang bongkar barang di tepi jalan, sehingga menimbulkan kemacetan,” tutur Agus Salim, 43, salah satu pengendara yang melintas di jalan tersebut.

Agus Salim yang juga anggota DPRD Kabupaten Tegal ini sangat menyayangkan kondisi tersebut. Dia berharap, dinas terkait segera mencari solusi supaya di sekitar Jembatan Banjaran tidak macet. Selain itu, angkutan umum supaya tidak berhenti di sebelah timur jembatan dan truk tidak menurunkan barang di tepi jalan. “Tadi pagi (kemarin, red) macetnya sampai dua jam. Waktu saya terbuang sia-sia hanya menunggu jalan macet,” ujarnya.

Hal senada juga dituturkan seorang pengendara, Slamet, 40, warga Balamoa, Kecamatan Pangkah. Menurutnya, lalu lintas di sekitar Banjaran memang sangat semrawut. Terlebih pada akhir pekan, dipastikan jalan macet parah. Dari arah barat ke timur, kemacetan dimulai dari depan Pasar BP hingga pertigaan menuju ke Balamoa. Sedangkan dari arah timur, kemacetan terjadi di sebelah timur jembatan. Adapun, puncak kemacetan berada di atas jembatan. Biasanya, kemacetan itu karena ada truk yang menurunkan barang di tepi jalan. Selain itu, banyak tukang becak yang parkir di tepi jalan, dan angkutan umum yang berhenti menunggu penumpang (ngetem) di sebelah timur jembatan. “Itu sebenarnya bisa diatur, tergantung dari instansi terkait saja. Kalau instansinya tegas, pasti tidak akan terjadi kemacetan,” ujar Slamet yang enggan menyebutkan nama instansi tersebut. (yer/jpnn/ida)