Yusniarti Anggraini (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yusniarti Anggraini (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yusniarti Anggraini (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yusniarti Anggraini (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MEMILIKI dua kesibukan dalam waktu yang bersamaan, sebenarnya bukan hal yang mudah untuk dijalani. Namun Yusniarti Anggraini, gadis kelahiran Semarang, 25 Maret 1993 silam ini, harus menjalaninya antara kuliah di Universitas Semarang (USM) jurusan Sarjana Ilmu Komunikasi dan kerja.

“Ya, saya kuliah sambil bekerja jadi pegaewai di salah satu konsultan homeworks archterior,” kata gadis yang akan menyandang sarjana Maret 2016 mendatang ini.

Dirinya sudah 3 tahun lebih menjabat sebagai accounting di tempatnya bekerja tersebut. Masa tersebut, hampir sama dengan masanya mengenyam di bangku kuliah di USM.

“Pada awalnya tidak mudah menjalani keduanya. Kerap ada jadwal keduanya yang bentrok dan kurang terkendali. Namun setelah saya menjalaninya dan mengaturnya sebaik mungkin, baru bisa berjalan sesuai alur yang saya inginkan,” kata single yang tinggal Gemah Raya Kelurahan Pedurungan, Kecamatan Pedurungan Tengah Kota Semarang ini.

Diakuinya, menjadi seorang accounting tak dia cita-citakan sejak kecil. Justru, dirinya lebih terobsesi berbisnis yakni memiliki butik dan kafe sendiri. “Dengan memiliki usaha sendiri, bisa membahagiakan dua orangtua saya,” kata penyuka warna pink hingga dikenal sebagai Pinky ini. (mha/ida)