Siswa MTs Pesta Ciu Coreng Dunia Pendidikan

394
BERDUKA: Nenek Yuliana pingsan saat jenazah cucunya tiba di rumah duka. (M. NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Nenek Yuliana pingsan saat jenazah cucunya tiba di rumah duka. (M. NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Nenek Yuliana pingsan saat jenazah cucunya tiba di rumah duka. (M. NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Nenek Yuliana pingsan saat jenazah cucunya tiba di rumah duka. (M. NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KASUS ”foto selfie maut” yang dialami enam siswa MTs Tawang Rejosari dan MTs Al Khoiriyah Semarang di Sungai Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Kamis (3/3) lalu, menjadi perhatian semua pihak. Apalagi, para remaja tersebut diketahui usai melakukan pesta minuman keras (miras) jenis Chivas atau ciu dalam plastik, dan melakukan foto selfie di tengah sungai.

Pakar Pendidikan H Ngasbun Edgar mengatakan, jika benar para siswa itu pesta ciu, maka ini menjadi preseden buruk dan telah mencoreng dunia pendidikan. Tidak hanya bagi siswa itu sendiri, tetapi juga bagi pihak keluarga, sekolah, dan masyarakat.

”Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Diharapkan peran serta semua komponen untuk saling mengingatkan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (4/3).

Ia menjelaskan, selama ini orang tua lebih banyak lupa diri terhadap pendidikan anak-anaknya. Melalui kejadian ini, diharapkan mereka selalu waspada terhadap perkembangan anaknya, terutama ketika mendekati hal-hal yang berbahaya. Misalnya, minuman keras dan narkoba. ”Orang tua harus selalu mengontrol keberadaan anaknya. Ketika sudah waktunya pulang sekolah, harus diingatkan untuk segera pulang,” katanya.