BANGUN LAPAK: Progres pembangunan lapak pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT mencapai 50 persen. Akhir Maret ini harus ada progres signifikan, sebelum pemkot bertindak tegas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGUN LAPAK: Progres pembangunan lapak pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT mencapai 50 persen. Akhir Maret ini harus ada progres signifikan, sebelum pemkot bertindak tegas. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Dengan estimasi anggaran sebesar Rp 1 triliun harapannya Pasar Johar dapat dilaksanakan tepat sasaran, berkualitas dan tidak melanggar aturan yang ada.”

Hendrar Prihadi Wali Kota Semarang

SEMARANG – Sejumlah pekerjaan rumah (PR) Pemkot Semarang dalam penataan kota segera dikerjakan. Di antaranya pembangunan kembali Pasar Johar, penataan kawasan Kota Lama, penataan Simpang Lima, hingga penanggulangan banjir di kawasan timur melalui normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dan Kali Tenggang.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, kemarin (4/3). Pertemuan tersebut membahas perkembangan dan program pembangunan kota. Dihadiri oleh Budi Santoso selaku Ketua DP2K, Widya Widjayanti, Prof Soedarto P Hadi, dan anggota DP2K lainnya.

Dalam pertemuannya itu Hendrar Prihadi mengungkapkan bahwa selama 5 tahun ke depan banyak hal yang perlu dikerjakan guna meningkatkan pembangunan Kota Semarang. ”Yang menjadi PR utama adalah mengerjakan pembangunan Pasar Johar. Dengan estimasi anggaran sebesar Rp 1 triliun harapannya Pasar Johar dapat dilaksanakan tepat sasaran, berkualitas dan tidak melanggar aturan yang ada,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya yang harus dikerjakan juga adalah revitalisasi Kota Lama sebagai destinasi wisata baru di Kota Semarang. Pihaknya berharap di Kota Lama orang-orang tidak hanya berhenti untuk foto melainkan juga ada di dalamnya aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya.

Hendi, sapaan akrab wali kota, menambahkan, dukungan dari investor terhadap optimalisasi kawasan Simpang Lima juga diperlukan. ”Follow up investor akan dimatangkan. Perencanaan yang mereka buat akan dipaparkan di depan para komunitas,” tuturnya.