Yudi Mardiana (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yudi Mardiana (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yudi Mardiana (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yudi Mardiana (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KEPALA Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Yudi Mardiana saat ini mengaku tengah dirundung kesedihan. Bagaimana tidak? beberapa tenaga preofesional yang dimilikinya diketahui telah pindah menempati posisi baru di institusi lain.

”Kita kehilangan 21 tenaga andal. 18 Di antaranya menempati JFT (Jabatan Fungsional Tertentu), sedangkan tiga lainnya memasuki (usia) pensiun,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Atas hal tersebut, pihaknya mengklaim akan segera melakukan tambal sulam untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Salah satunya adalah dengan melakukan pengaderan melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta bimbingan teknis (bintek). ”Meskipun tidak mengalami penurunan yang signifikan, perbandingannya sangat terasa,” akunya.

Yudi mengakui, langkah ini tidak lepas dari upaya DPKAD untuk mencapai target pendapatan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Diakui dia, DPKAD merupakan nadinya pemerintah dalam hal pendapatan. ”Untuk target pendapatan tahun ini mencapai Rp 860 miliar,” tukas pria kelahiran Bandung Jawa Barat itu. (fai/ric/ce1)