14 Warga Kertayasa Positif DB

456

SLAWI–Sebanya 14 warga Desa Kertayasa Kecamatan Kramat positif terkena demam berdarah. Ke-14 warga tersebut menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan kondisinya semakin membaik.

Kepala Desa Kertayasa Siswanto membenarkan hal itu. Menurut dia, ke-14 warga tersebut berasal dari RT 3, 4, 5, 6 RW 1 serta RT 7 RW 2. Tindakan yang cepat dari masing-masing keluarga untuk membawa korban ke rumah sakit menjadi faktor penentu sehingga tidak sampai mengakibatkan kematian. Warga yang dinyatakan positif demam berdarah terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa, baik pria maupun wanita.

Sebagai upaya lanjutan atau penanganan, pada Rabu sore (2/3) kemarin dilakukan penyemprotan atau foging di RT yang warganya terkena demam berdarah serta lingkungan sekitar. Selain permukiman warga, pihak desa dan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dengan menggunakan 5 alat foging juga melakukan penyemprotan ke pekarangan sekitar pemukiman.

Kejadian ini, ujarnya, hampir terjadi setiap tahun sehingga di setiap awal dan akhir musim penghujan. Pihak desa selalu mengimbau kepada warga baik melalui ketua RT, RW serta di berbagai kesempatan untuk melakukan tindakan pencegahan agar jumlah warga yang terkena demam berdarah dari tahun ke tahun bisa ditekan.

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, kini ke-14 warga yang dinyatakan positif terkena demam berdarah semakin membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Sebagai langkah antisipatif, seluruh perangkat desa, kami siagakan untuk memantau wilayah yang warganya kerap terkena demam berdarah,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Tegal Hj Umi Azizah menyebut jika Desa Kertayasa merupakan salah satu desa yang rawan terkena demam berdarah di wilayah Kecamatan Kramat. Berbagai upaya, katanya, seharusnya jauh-jauh hari dilakukan oleh pemerintah desa dan warga. Salah satunya dengan mengedepankan upaya pencegahan melalui gerakan 3M. Anggaran yang masuk ke desa baik itu Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) dan sebagainya, dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki infrastruktur seperti penambahan drainase sehingga dapat mengurangi genangan di sekitar pemukiman warga. “Hingga bulan Februari 2016, sudah ada 59 kasus demam berdarah yang tercatat dan 5 diantaranya meninggal dunia,” katanya. (gun/jpnn/ida)