Tua Kaya Raya Itu Biasa, Muda Kaya Raya, Baru Luar Biasa

599

PAK ISK-web

Oleh: Iskandar

NAMANYA Ricky Halim. Usianya masih relatif muda: 28 tahun. Gelarnya, MBA. Lulusan dari sebuah universitas di Taiwan. Pernah bekerja di perbankan. Tak lama. Cuma satu tahun. Resign dari bank, Ricky banting setir. Jualan teh. Teh Taiwan. Brand-nya: Taiwan Tea House. Kafe pertama, di rumahnya, di Jalan Moch Suyudi, Kota Semarang. Dibuka pada Juni 2014 silam. Selain di Suyudi, Taiwan Tea House juga buka di Mal Citraland.

Kini, kafe Taiwan Tea House-nya sudah merambah ke sejumlah kota. Tiga di antaranya, Kota Pekalongan, Tegal, dan Cirebon. Tahun ini, total akan buka 9 cabang. ”Ini masih persiapan buka cabang di Jakarta,” kata Ricky saat mempresentasikan usahanya di penjurian Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Senin (29/2) lalu, di Oak Tree Emerald Hotel.

Modal awal Ricky dari dana pribadi dan tabungan selama bekerja: Rp 120 juta. Bulan pertama sampai ketiga, ia berjuang keras. Segala bentuk promosi dilakukan. Mulai media sosial (Facebook, Instagram, Path, Youtube, Twitter, Blog, Google, dan lain-lain), rajin mengikuti bazar, pameran, promo bulanan, hingga membuat member card. Juga menciptakan inovasi baru, rasa, bekerja sama dengan instansi, buat brosur, memasang spanduk, menyelenggarakan kontes, hingga mengundang teman-temannya ke kafe.