Terancam Tidak Cair

318

SLAWI – Kucuran Dana Desa (DD) dari APBN yang sesuai jadwal akan dicairkan bulan April 2016 mendatang, terancam tidak bisa diterima pemerintah desa. Hal ini lantaran hingga saat ini desa belum mampu menyelesaikan APBDes 2016, sebagai syarat utama pencairan Dana Desa.

Kepala Bapermades Prasetyawan menegaskan untuk bisa menerima semua kucuran bantuan baik DD, ADD, maupun PDPM semua desa diharuskan ‘clear’ dalam penyusunan APBDes.

” Hingga saat ini dari 281 desa belum ada yang mengirimkan APBDes 2016. Dari prediksi, kami yakin belum ada 60 persen dari jumlah desa yang ada telah rampung dalam penyusunan APBDes 2016. Kami saat ini berupaya menerjunkan semua staf untuk mengenjot percepatan pembuatan APBDes 2016, agar paling lambat akhir bulan ini bisa kelar, dengan harapan April 2016 desa bisa menerima kucuran Dana Desa,” katanya.

Disisi lain dia juga melecut masing – masing camat untuk segera melakukan evaluasi di masing – masing desa. “Kami juga meminta camat untuk lebih teliti dalam mengevaluasi APBDes agar penggunaan anggaran bisa disesuaikan dengan aturan, tepat guna dan tepat sasaran. Dan kami tekankan dalam penyusunan APBDes diwajibkan sesuai amanat UU untuk disediakan dana publikasi. Baik untuk pemasangan spanduk di desa maupun publikasi di media massa lokal sebgai bentuk keterbukaan publik,” cetusnya. Dia juga mengajak kades dan perangkat agar dalam penyusunan APBDes mengusung asas akuntabel, partisipatif, dan transparansi.

“Kebijakan penyusunan APBDes ada di tangan kades yang pengelolaannya dibantu tim teknis pengelola keuangan desa dalam hal ini carik dan perangkat desa,” tuturnya. Ditegaskannya sesuai Peraturan Bupati Tegal nomor 43 tahun 2014 tentang pedoman pengelolaan keuangan desa menyebutkan, bupati mendelegasikan kewenangan kepada camat untuk mengevaluasi rancangan peraturan desa tentang APBDes yang telah disetujui bersama BPD dan kepala desa. (her/jpnn/ric)