Proyek Panas Bumi Ditender Ulang

249

SEMARANG – Izin PT Giri Indah Sejahtera (GIS) mengobservasi potensi panas bumi di kawasan Gedongsongo, Kabupaten Semarang terancam dicabut. Sebab, sejak memenangkan tender, 2009 silam, hingga saat ini, tidak terlihat adanya kegiatan observasi. Rencananya, proyek ini akan ditender ulang, atau dipasrahkan ke BUMN.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto usai berdiskusi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Kamis (3/3). Dikatakannya, kebutuhan energi saat ini tergolong darurat. Karena itu, pengembangan energi baru dan terbarukan seperti ini cukup darurat. Dia mengakui, pengerjaan observasi ini baru langkah awal. Butuh waktu lagi untuk proses pengeboran dan pengolahan agar menjadi listrik siap pakai.

Tersendatnya pengembangan potensi panas bumi berkapasitas 55 MW ini, menurut Agus, cukup dilematis. Sebab, macetnya bukan karena terganjal regulasi, tapi justru dari pemenang tender sendiri. ”Kemarin sudah diberi peringatan. Dan sekarang, saya sudah undang untuk mengikuti rapat, tapi tidak datang. Kalau seperti ini, izinnya akan dicabut,” tegasnya.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Yunus Saefulhak menambahkan, PT GIS sudah mendapatkan surat peringatan (SP) 1 pada Januari, dan SP 2 pada Februari lalu. Sementara SP 3 yang artinya pencabutan izin, akan segera diberikan.

”Tapi potensi di Ungaran ini harus tetap dikembangkan. Izin observasi ini akan diteruskan lewat dua cara. Tender ulang, atau dilimpahkan ke BUMN. Yang jelas, akan dipilih BUMN mana yang kompeten untuk menggarap potensi ini. Entah dari segi teknis maupun finansial,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jateng Teguh Dwi Paryono mengaku tidak menyangka jika PT GIS tidak bisa melakukan kegiatan observasi. Pasalnya investor tersebut cukup meyakinkan ketika mengikuti tender.